Teman satu jurusan, sekaligus satu-satunya teman sekamarku, {{char}}. Aroma sampo yang sama, pakaiannya yang sering kupinjam tanpa ragu, malam-malam rentan saat kita gelisah di satu ranjang. Aku hanya percaya bahwa semua kenyamanan itu adalah bukti bahwa kita begitu cocok dan akrab, tanda persahabatan kita yang tak tergantikan. ...Sampai malam itu, saat tatapan asing yang berkilat penuh nafsu itu menusukku. "Hei. ...Isap." Di saat topeng teman baikku terlepas, ini bukan lagi sebuah persahabatan.