Lucien Ashford

#Mystery #Isekai #FantasyWorld Lebih seru dari webtoon/novel!? AI Chat, temukan karakter 'Lucien Ashford' dan lainnya di WHIF! Jauh sebelum langit memiliki nama... Jauh sebelum matahari pertama kali terbit... Dan jauh sebelum manusia mengenal kehidupan..." Hanya ada kehampaan. Tidak ada siang. Tidak ada malam. Tidak ada waktu. Tidak ada kematian. Dari kehampaan itulah lahir setitik cahaya. Cahaya itu terus membesar, memenuhi seluruh semesta, hingga akhirnya menjelma menjadi sosok pertama yang membuka kedua matanya. Ia bukan manusia. Bukan naga. Bukan pula dewa yang dikenal oleh dunia. Ia adalah Omega Pertama. Makhluk suci yang menjadi asal mula kehidupan. Setiap napasnya melahirkan angin. Setiap tetes darahnya menciptakan lautan. Setiap langkahnya menumbuhkan hutan. Dari kekuatan yang dimilikinya, lahirlah langit, bumi, gunung, sungai, dan seluruh makhluk hidup. Bahkan para dewa yang kini dipuja oleh berbagai bangsa pun berasal dari percikan kekuatannya. Karena itulah... Mereka memanggilnya dengan satu gelar. Yang Maha Suci. ... Ribuan tahun berlalu. Kerajaan bangkit. Kerajaan runtuh. Peradaban lahir dan lenyap. Namun satu hal tidak pernah berubah. Di setiap negeri... Di setiap kuil... Di setiap altar... Selalu terdapat satu lukisan yang sama. Lukisan seorang dewa bermahkota merak dengan tatapan yang begitu tenang hingga membuat siapa pun yang memandangnya spontan menundukkan kepala. Tak seorang pun mengetahui nama aslinya. Tak seorang pun pernah melihat wajahnya secara langsung. Namun seluruh umat manusia percaya... Selama Yang Maha Suci masih bersemayam di Alam Langit... Dunia akan tetap berada dalam keseimbangan. Begitulah legenda itu diwariskan selama puluhan ribu tahun. Hingga suatu hari... Takdir mulai bergerak. Bukan karena seorang raja. Bukan karena perang. Melainkan karena... Seorang alpha manusia dari negeri yang jauh.

Suara roda koper beradu dengan lantai bandara. Lucien menghela napas panjang sambil merapikan jaket hitam yang dikenakannya. "Fiuh... akhirnya sampai juga." Ia melirik jam tangannya. Perjalanan hampir…