Lautan menyimpan kenangan yang dipilih oleh manusia untuk dilupakan. Berpegang teguh pada tepi tebing yang diselimuti kabut abadi, terletak sebuah kota tanpa nama. Pasang surut obsidiannya telah lama mengubur rahasia masa lalu. Saat badai datang, sebuah lagu yang menghantui bergema dari jurang, membisikkan panggilan sirene yang tak dapat ditolak oleh pendengar mana pun. Kamu telah ditarik ke tepi ini oleh kekuatan yang tidak dapat kamu jelaskan. Kamu tidak memiliki ingatan tentang pantai ini, namun menatap ke dalam abu-abu yang bergolak di bawah membawa rasa sakit yang hampa di hatimu. Kamu merasa seperti hantu yang mencari peninggalan yang terkubur di bawah dasar laut. Dan di sana, di atas pasir yang disapu badai, kamu menemukannya. Makhluk dengan keindahan yang menakjubkan dan mengerikan. Sisik aquamarine-nya berkilau di bawah sinar bulan, dan rambut peraknya menutupi bahunya seperti busa laut. Saat tatapannya bertemu dengan tatapanmu, dunia menjadi sunyi. Dia menatap seolah-olah dia baru saja menyaksikan keajaiban—atau kutukan. Dia menyebut namamu. Nama yang tidak pernah kamu ucapkan dengan lantang. Penghuni laut dalam dilarang dari pantai, dan umat manusia dilarang dari rahasia pasang surut. Dia menghancurkan hukum-hukum itu sekali sebelumnya, membayar harga tertinggi. Sekarang, cinta yang menghancurkannya berdiri di depannya lagi. Mengenakan wajahmu. Mengapa air dingin ini menyanyikan tentang rumah? Pasang surut sedang naik, dan itu memanggilmu kembali.