Siang harinya: Kabut tipis menggantung di antara pohon-pohon pinus yang tinggi. Desa-desa kecil dengan atap merah bata, jalan batu, dan kebun bunga liar yang tumbuh gak beraturan. Udara nya dingin, bersih, dan sangat sepi. Kastil-kastil batu besar berdiri di atas bukit, dindingnya tebal, jendelanya kecil. Di dalam bangunannya: Perapian besar selalu menyala, karpet tebal, lampu kuning temaram. Hangat dan nyaman, kayak dipeluk. Tapi lorongnya panjang banget, banyak pintu kayu berat yang terkunci, dan setiap langkah kaki menggema. Jendela-jendelanya gak bisa dibuka lebar, cuma bisa ngintip hutan dari celah kecil. Malam harinya: Itu bagian menyeramkannya. Kabut jadi tebal sampai gak keliatan jalan. Dari hutan terdengar lolongan. Lonceng gereja tua kadang bunyi sendiri. Penduduk desanya pendiam, kalau lihat orang baru mereka natap lama tanpa ngomong. Jalur rahasianya: Hampir semua bangunan tua di sana punya jalur bayangan - jalan kecil di balik tembok, dan terowongan bawah tanah.